Monday, August 14, 2006

OLEH-OLEH dari SUJIWO TEJO APA ADANYA...


Kelompok Penggemar Sujiwo Tejo (KPST) menggagas konser Sujiwo Tejo di kafe Omah Sendok, pada hari Jumat, 11 Agusutus 2006 lalu. Kafe yang terletak di perumahan jalan Mpu Sendok dan punya area outdoor, ternyata memang pilihan yang cocok buat konser tersebut. Tak heran jika para penonton merasa seperti datang ke undangan pesta taman di rumah teman, kebetulan malam itu Sujiwo Tejo yang berperan sebagai host sekaligus penghibur. Uli Herdinansyah, penyiar Insert (program infotainment di Trans TV), yang malam itu datang bersama temannya beberapa kali berujar, ”Tempatnya enak banget, buat kencan siang atau malam, kayaknya enak neh…”

Bharata Kusuma, penggagas acara yang malam itu menjadi MC, membuka dengan mempersilakan para tamu untuk bertanya apa saja kepada Sujiwo Tejo. Pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya memang sudah ada di hati para penggemar dan menanti untuk disampaikan ketika berhadapan langsung dengan Sujiwo Tejo akhirnya terlontar dan mencairkan suasana. Ada yang menanyakan apa yang ada di pikiran Sujiwo Tejo sehingga bisa menciptakan lagu-lagu se-edan itu, ada pula yang minta untuk diciptakan lagu saat itu juga yang sesuai dengan suasana homey malam itu.

Show malam itu dibuat sebagai rangkaian yang indah antara lagu dan obrolan hingga membuat hadirin ‘tidak merasa’ ketika sampai pada akhir acara. Sujiwo Tejo membawakan tujuh buah lagu yaitu Pada Suatu Ketika dengan aransemen baru, Anyam-Anyaman Nyaman I (duet dengan Netta Kesumah Dewi), Zen-Die, Aku Lala Padamu, Freakin’ Crazy You (bersama Netta Kesumah Dewi, Kenya dan Nala Amrytha), Kalau Aku Presiden (Yai Yo) dan Nadian. Sebagian besar hadirin terlihat ikut bergerak sesuai beat, bahkan tak jarang sambil ikut bernyanyi.

Sapaan-sapaan Sujiwo Tejo terhadap para penggemar mulai dari mantan model Playboy Tiara Lestari, bintang film dan sinetron Marcella Zalianty, presenter dan aktor Uli Herdinansyah hingga wartawan senior seperti Aristides Kattopo dan direktur Trans TV Ishadi SK. Tidak ketinggalan juga mantan backing vocal Sujiwo Tejo, Rini ‘AFI’ dan Reti Mutia (adik Widi AB-Three, red.), membuat suasana bagai reuni. Dan tentu juga sapaan kepada para penggemar fanatik Sujiwo Tejo yang hafal setiap lirik dari lagu-lagu Sujiwo Tejo. Yudisthira, penggemar berat lagu-lagu Sujiwo Tejo, mengaku sepanjang jalan menuju kafe Omah Sendok, ia tidak menyetel musik lain selain lagu-lagu Sujiwo Tejo. “Khusus untuk (lagu berjudul) Zen-Die, saya sudah putar lima kali,“ katanya.

Celetukan-celetukan ala Sujiwo Tejo yang segar dan tetap ‘edan’ membuat tamu undangan tertawa lepas dan tidak tahan untuk membalasnya. Seperti ketika Sujiwo Tejo memperkenalkan penyanyi ABG yang ikut menyanyi dalam lagu Freakin’ Crazy You, yakni Kenya dan Nala. Namun di tengah pertunjukan, karena Nala dan Kenya menyanyi dengan ‘miskin gerak’ Mas Tejo menghentikan pertunjukan seraya berkata, ”Nala, gerak dong, menari atau apalah… Bapak-mu itu ‘kan penari, jangan malu-maluin lho..,” katanya pada Nala, putri kedua koreografer EKI Dance Company, Rusdy Rukmarata.

Ejek-ejekan antara Sujiwo Tejo dan pemain bandnya juga sering memancing tawa tamu undangan. Seperti ketika Sujiwo Tejo memperkenalkan pemain keyboard malam itu, Viky Sianipar yang juga arranger musik dan baru saja merilis album baru Indonesian Beauty. Sujiwo Tejo berpesan pada para penonton, “Kalau bawa uang, beli dulu album aku. Baru kalau ada uang lebih belilah albumnya dia…haha,” sambil menunjuk Viky Sianipar yang tertawa-tawa. Juga tentang hubungan Sujiwo Tejo dan pemain bass Bintang Indrianto (produser album ketiga Sujiwo Tejo Syair Dunia Maya) yang sering naik-turun ganti-ganti antara rukun harmonis dan bertengkar, tapi karena itu justru mereka merasa bagai suami dan istri. Begitu pula dengan Taufan, pemain drum, yang dijuluki Mas Tejo sebagai pengusaha pulsa karena punya side job menjual voucher pulsa.

Di tengah-tengah pertunjukan, Bharata membuka lelang sebuah kaos yang bertuliskan kata-kata tulisan Sujiwo Tejo sendiri berikut tanda tangannya. Dibuka dengan harga lima puluh ribu rupiah, lelang berakhir di harga tiga ratus ribu rupiah. Edannya, sang pemenang lelang kaos adalah seorang perempuan fans Sujiwo Tejo yang ikutan lelang via telpon karena dirinya tidak bisa datang karena masih terbaring di rumah sakit. Dan terjuallah kaos bertuliskan “Daripada telor setengah masak, lebih enak telor setengah masuk” dengan harga 300 ribu perak!

Acara pun berakhir dengan harapan Kelompok Penggemar Sujiwo Tejo (KPST), yang menggagas acara tersebut, kembali menggelar acara-acara seperti malam itu, entah kapan dan dimana… Kita sama-sama tunggu aja deh! (helen)

untuk melihat komentar tentang pertunjukan ini di media lain, silakan klik disini

4 comments:

dwitono@gmail.com said...

Edan..., acaranya luar biasa, dahsyat !!!

Adalah embun di tanah kering,
adalah angin di ruang kering
adalah Tejo di Omah Sendok

Adalah syahdu menyentuh suksma

dan tentu saja aku menunggu
kejutan berikutnya

Bravo Eki en the gengs

BLaKoTeNG said...

Daripada telor setengah masuk masih lebih enak telor tetep diluar, burungnya masuk-masuk. Husssshh hihihihi

Andi_Fachri said...

Wah, sayang saya yang tinggal di jogja sini cuma bisa kebagian oleh-oleh cerita. Kapan maen di jogja ?

Iwan said...

Aku nonton waktu itu, meski aku ngefans sama U2 n Padi, nonton Mas Tejo rasanya beda banget. Orisinil, genuine gitu, aku ikut goyang karena memang keren. Aku beli CDnya juga sbg bentuk suppport aku ke mas Tejo.
Sampe foto2nya kupost di blog http://jakartaku.wordpress.com


Jangan lupa undang2 lagi mas kalo ada acara mas Tejo.