Friday, March 23, 2007
Thursday, March 15, 2007
Aktor Nagabonar Jadi 2 Menulis Naskah

Uli Herdinansyah, presenter Insert yang tahun lalu bersama
Fauzy Baadilah, Marcella Zalianti,dan Dina Wowor bermain dalam pertunjukan musikal Freakin’ Crazy You, tahun 2007 ini kembali bakal terlibat dalam pertunjukan produksi EKI Production yang berjudul ‘Miss Kadaluarsa’. Namun kali ini, selain berperan sebagai dokter, Uli juga menulis naskah bersama-sama dengan Aiko Senosoenoto dan Alim Sudio.
Sebagai pengalaman pertama kali, tentu saja hal ini bukanlah hal yang mudah bagi mantan penyiar HardRock FM ini. ”Menjadi bagian dari tim penulis naskah Miss Kadaluarsa ini menguras air mata,keringat dan penuh darah.Tapi bikin ketagihan”,kata aktor yang baru saja menyelesaikan film Naga Bonar Jadi Dua ini.
Untuk menulis naskah yang makan waktu hampir setahun ini Uli mengaku sempat melakukan banyak riset, termasuk ke sejumlah tempat dugem.”Untung risetnya menyenangkan”, katanya menutup pembicaraan.
Valentine di KabaretJo
Banjir yang sempat nyaris menenggelamkan sebagian wilayah Jakarta, membuat penyelenggaraan KabaretJo-ketawa Bareng Sujiwo Tejo yang semula diadakan tangal 14 Februari,-bertepatan dengan hari valentine mundur ke tangal 21 Februari. Namun hasrat penggemar KabaretJo-Ketawa Bareng Sujiwo Tejo tidak menciut walau dihadang banjir. Tetap saja tiket pertunjukan malam itu, habis terjual.

Tema yang diangkatpun tidak berubah, tetap mengupas soal romantisme. Kali ini masalah dibuka dengan Nala yang sepertinya mulai suka dengan teman lawan jenisnya dan menganggap sebatang coklat pemberian temannya sebagai sesuatu yang romantis. Padahal buat bapaknya, hal itu tidak ada hubungannya dengan romantisme. Bukan cuma Nala dan Bapaknya yang tidak sepakat soal Romantisme. Tapi ada juga sepasang kekasih yang ribut karena menilai kekasihnya tidak romantis.”Masak hari valentine ngasih Voucher, lelaki lain kasih ke pacarnya bunga atau makan malam yang romanis, gitu...” kata seoang wanita dengan setengah merengek. Namun pacarnya tidak mau kalah, ”Dengan Voucher itu kamu bisa beli bunga, 1 truk! ”

Soal romantisme ini juga yang sempat dibahas dalam sesi bincang-bincang dengan budayawan sekaligus politisi, Erros Djarot. Bagai pertemuan dua sahabat lama, Sujiwo Tejo dan Erros Djarot saling membuka rahasia satu sama lain. ”Erros ini, pernah mengaku kepada salah satu wanita, bahwa sebuah lagu diciptakan untuk wanita tersebut. Belakangan saya tahu, dia ucapkan hal itu kepada 2(dua) wanita lainnya”, ungkap Sujiwo Tejo yang langsung ditanggapi dengan sorak penonton. Erros yang ’dikuliti’ , hanya bisa tertawa-tawa saja.
Malam itu, romantis bukan cuma diangkat jadi pembicaraan, tapi juga adegan teater, kisah wayang hingga tarian. Hingga musik penutup dimainkan, sejumlah penontn tampak tidak mau segera pergi, masih tampak saling berbincang dan berbagi kesan yang ada. Ini juga romantis? Wah, sebaiknya kita tunggu saja pertunjukan yang akan datang pada tanggal 28 Maret 2007.
Wednesday, February 14, 2007
Monday, February 12, 2007
Bengawan Solo & Sukiyaki dalam Wayang
Tahukah anda, lagu Jepang yang paling terkenal di Indonesia? Sebaliknya, lagu Indonesia yang paling terkenal di Jepang? Jawabannya ada pada pentas wayang interaktif Sujiwo Tejo, yang digelar pada peluncuran Hankyu International Transport Indonesia di Viky Sianipar Music Centre, pada 29 Januari lalu.Cerita yang diangkat adalah mengenai dua kerajaan dari Jepang dan Indonesia yang ingin bekerja sama. Tokoh-tokoh wayang dari kedua kerajaan tersebutpun saling mengadu kehebatan. Untungnya yang menjadi ajang kehebatan, bukanlah perang. Tapi, ”Kerajaan Jepang harus tahu lagu Indonesia yang populer di Jepang, sebaliknya Kerajaan Indonesia juga
harus tahu lagu Jepang yang terkenal di Indonesia”. Setelah melewati saling tebak lagu yang seru, akhirnya mereka jadi bekerjasama karena satu sama lain berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Lagu Indonesia yang terkenal di Jepang adalah Bengawan Solo, sedangkan Lagu Jepang yang terkenal di Indonesia adalah Sukiyaki. Pertunjukan wayang berdurasi tidak kurang dari 30 menit itu yang dibawakan dalam bahasa Jawa campur Inggris tersebut membuat seluruh tamu undangan terhibur.
Selain pertunjukan wayang, malam itu EKI Dance Company juga ikut tampil dengan membawakan 3 tarian, yaitu Sakura, Es Lilin, dan Journey To Deli. Selain Sakura, dua tarian tersebut mengambil musik dari album Indonesian Beauty karya Viky Sianipar, yang malam itu mengiringi tarian-tarian tersebut. (Juju)
Saturday, February 10, 2007
KabaretJo: Sujiwo Tejo Kawin lagi?
KabaretJo edisi tanggal 24 Januari 2007 lalu menghadirkan tokoh Titi, perempuan yang mengantar Nala pulang dari shooting sebuah iklan. Setelah bertemu dengan Sujiwo Tejo,Bapak Nala,ternyata Titi pernah kenal dan kerja bareng dengan Sujiwo tejo dalam sebuah acara TV. Jika biasanya Nala menolak wanita yang dekat dengan bapaknya,namun kini malah cenderung ‘menjodohkan’. Mungkin karena selain baik dan nyambung kalau ngobroldengan Nala, Titi juga mirip dengan mendiang ibunya.
Akankah Sujiwo Tejo mengakhiri masa mendudanya?
Keputusan ini disela beberapa adegan lain,seperti talkshow dengan Fotografer senior yang juga seorang duda, Darwis Triadi. “Jadi duda tidak enak, karena banyak yang ‘ngrasani’(ngomongin),” katanya ketika ditanya rasanya jadi duda oleh Sujiwo Tejo.
KabertJo,telah 5(lima) kali rutin digelar setiap bulan di Viky Sianipar Music Centre. Tidak kurang 1000 penonton telah menikmati pertunjukan yang memadukan tari,teater,musik dan tentu saja cerita yang kesemuanya digarap dengan sarat hiburan dan inspiratif! Tidak heran jika sejumlah milis memperbincangkan KabaretJo sebagai salah satu tempat nongkrong baru bagi profesional muda yang ingin hiburan beda! (Iwan)
Artikel ini dipersembahkan oleh,

Sunday, January 21, 2007
Wednesday, January 17, 2007
Nala Main Sinetron!
“Saya sempat diambil gambar untuk menyapu halaman sekolah, wah rasanya seperti dijemur!”, kesan Nala ketika pengambilan gambar sinetron yang naskahnya ditulis Alim Sudio itu. “Namun paling berkesan adalah ketika harus pura-pura muntah, wah bingung deh!”, tambahnya sambil tertawa. (Iwan)
Cikal Bakal Broadway Indonesia

“KabaretJo - Ketawa Bareng Sujiwo Tejo” episode Desember lalu selain menghadirkan Andi Mallarangeng juga penyiar radio favorit remaja Arie Dagienk dan Aktris Ine Fe
briyanti. Kali ini “KabaretJo - Ketawa Bareng Sujiwo Tejo” mengangkat tema liburan yang saat itu bisa jadi sedang ramai direncanakan banyak orang. Namun Nala dan Tejo, yang berbeda generasi ini memiliki pandangan yang berbeda dalam merencanakan liburan. Buat Tejo berlibur adalah melihat-lihat sawah di Bali sambil main seruling, sedangkan buat Nala bisa jadi melihat-lihat ikan di akurium sebagai liburan !Sedangkan Arie Dagienk tampil sangat menyegarkan dengan membawakan lagu Pada Suatu Ketika dalam aransemen irama cha-dut ala lagu dangdut yang berjudul SMS. “Saya sempat grogi, mengingat lagu tersebut banyak y
ang menggemari, bahkan kalau ada bencana nasionalseperti Tsunami di Aceh lalu, lagu ini sering diputar karena dianggap membawa pesan yang mendalam buat pendengarnya”, kata Arie Dagienk, mengenai tampilannya malam itu.
Mengulang ‘tradisi’ malam itu tiket pertunjukan “KabaretJo - Ketawa Bareng Sujiwo Tejo” terjual habis, bahkan penonton masih sempat foto bersama dengan Andi Mallarangeng dan mendapat gratis bonus donat Ring Master yang melakukan promosi dengan membag-bagikan donatnya. (Iwan)
Tuesday, December 12, 2006
Wednesday, November 29, 2006
Ada Hantu di KabaretJo
Seorang lelaki dengan muka pucat mengenakan model baju Cina tempo dulu, sesekali tampak di depan pintu menyambut penonton, ikut duduk, antara penonton, bahkan naik ke atas pentas. Ada Hantu di KabaretJo?KabaretJo, untuk ketiga kalinya digelar di Viky Sianipar Music Centre, pada tanggal 22 November 2006, pukul 19.00 WIB. Kali ini membawakan cerita seputar Nala menjelang dewasa. Selain itu juga menghadirkan Rosiana Silalahi, pemimpin Redaksi SCTV dan Cornelia Agatha, yang sedang hamil 8 bulan. Cornelia mengaku tidak mudah untuk naik ke panggung dalam keadaan hamil besar seperti itu. “Sebetulnya tidak mudah, tapi di rumah terus juga nggak betah. Lagipula EKI telah menyiapkan semuanya menjadi lebih lancar. Jadwal latihan yang pas, pemilihan peran dan lagu yang bisa saya bawakan, dan lainnya”, katanya.


Hal menarik yang muncul pada KabaretJo ini adalah kemunculan sesosok lelaki tua berpakaian Cina kuno sejak acara belum dimulai. Ia sesekali berdiri di depan gerbang, menyambut tamu, duduk bergabung dengan penonton lain atau hanya berdiri di pojok tertentu. Tanpa kata, dengan ekspresi yang sangat datar. “Saya bukan takut, tapi kasihan karena sejak saya datang jam 7.15 dia sudah di depan pintu, dengan ekspresi yang sama hingga pentas bubar ”, kata Rosiana Silalahi.
Malam itu Rosiana tampil sangat lepas, ia bicara dalam Bahasa Batak, baca puisi dan masih sempat memberi lelucon. ”Saya rasa perempuan tidak masalah dengan haid, itu hal biasa. Kami beda dengan lelaki yang sunat aja, sudah kesakitan”.
Malam itu, KabaretJo kembali mendulang sukses. Selain tiket terjual habis, penonton juga tampak puas. Seperti diungkapkan Jeruel, yang baru pertama kali nonton KabaretJo. ”Saya sudah kepingin nonton sejak KabaretJo yang pertama. Namun selalu ada rapat. Malam ini, saya terpaksa membatalkan 3 rapat untuk bisa nonton”, kata Jeruel yang keseharian bekerja pada sebah perusahaan media dan konsultan pemasaran ini.Kalau bulan ini ada setan, yang akan datang ada apa lagi, ya? (Iwan)
Dina Jadi Dokter Gigi?
Yang dipanggil demikian, tentu saja hanya senyum-senyum saja.”Saya membintangi iklan Bank Niaga. Dalam iklan tersebut saya berperan sebagai Dokter Gigi”, katanya menjelaskan mengenai asal muasal panggilan dokter tersebut. Beberapa teman malah ngeledek dengan dialog saya, “Ayo buka mulunya…”
Wah, senangnya kalau Dokter Gigi secantik Dina, ya ! (Iwan)
Selamatkan Lingkungan Melalui Seni
EKI Dance Company pentaskan ’Ketika Alam Bicara’ dalam acara penganugerahan Kehati Award ke-5 tanggal 16 November 2006 lalu di Sea World, Ancol, Jakarta. Kehati Award adalah pemberian penghargaan tertinggi untuk para insan pendukung pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia yang diprakarsai oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia.Pada kesempatan tersebut, EKI Dance Company mengemas kepedulian terhadap lingkungan melalui perpaduan pentas seni tari dan teater. Pentas tersebut melibatkan 9 orang anak-anak yang berperan sebagai murid sekolah yang diajak wisata ke pantai. Namun apa daya, mereka harus kecewa karena pantai tak lagi seindah yang mereka kira. Hal ini dibahas dalam sebuah
talkshow yang ditayangkan sebuah TV swasta yang menghadirkan para pembicara seorang peneliti bernama Bayu Sutrisno, Wisanggeni seorang paranormal dan Kiki Dunung seorang
punggawa lingkungan. Mereka membahas masalah lingkungan hidup terutama laut yang kian rusak karena ulah manusia. Perdebatan semakin seru dengan hadirnya para penghuni laut yang dimunculkan oleh Wisanggeni selaku mediator dengan alam bawah laut. Berbagai fenomena serta kejadian yang dialami penghuni laut, kecemasan akan alam yang sudah kian tereksploitasi oleh manusia serta upaya mereka menyadarkan manusia dengan segala fenomena alam, digambarkan dengan gamblang.

Dalam sajian teater tari ini, pesan penyelamatan lingkungan, terutama kepedulian pada potensi kelautan Indonesia tersebut disampaikan dengan jelas, ringan sekaligus menyentuh. Rachmat Witoelar, selaku Menteri KLH mengaku sangat tergugah dengan pertunjukan tersebut. ” Pesan-pesannya sangat jelas, menghibur pula”, katanya. (Juju)Sunday, November 19, 2006
Tuesday, October 31, 2006
WEWE DI LA PIAZZA
“Saya tidak tahu diminta apa diatas panggung.Mas Tejo cuma minta aku naik, kalau dipanggil “ tutur Wewe . Ia mengaku sempat bingung karena mas Tejo sama sekali tidak memberi petunjuk ia harus berlaku apa. “Tapi saya merasa, harus siap selalu dan percaya saja dengan Mas Tejo, “tambahnya, yang ternyata pada malam itu ia bukan cuma berperan menjadi penjual baju, tapi juga mengajak penonton ikut menyanyi hingga joget dangdut.Walau dalam hatinya mungkin Wewe merasa tegang , namun di atas pentas malam itu ia tampak prima dan tidak kehabisan gaya dan pertunjukan malam itu pun jadi tambah seru!
Sunday, October 29, 2006
Saturday, October 28, 2006
KabaretJo Mudik
Mudik, bisa jadi sudah tradisi kabanyakan orang, tidak terkecuali Mimi,-pembantu Tejo. Pertanyaannya, siap
a dan bagaimana Tejo mengurus Nala, anak perempuan semata wayangnya tersebut ?KabaretJo, pada tampilan kedua kali yang diadakan pertengahan puasa mengangkat kisah Mimi yang kepingin pulang, dalam rangka menjelang Lebaran. Hal ini bukan cuma bikin sedih Nala, tapi juga membuat Tejo panik. la sedih, karena kehilangan pengasuh sekaligus teman bermainnya. Sedangkan Tejo, jelas panik karena nggak tahu siapa yang bakal mengurus dirinya dan tentu saja Nala.
Namun hal tersebut tidak ditampakkan oleh Tejo. Apalagi di hadapan Mimi. ”Bapak bisa mengurus kamu dan diri sendiri, lebih dari 5 tahun Bapakmu tinggal di kost dan mengurus diri sendiri ”, katanya. Namun nyatanya, Tejo telah membuat sop buntut goreng yang hangus serta menciutkan baju Nala, di kala mencucinya.
KabaretJo adalah pertunjukan bulanan yang mengggali dan menyajikan kemampu
an Sujiwo Tejo dalam menyanyi, berakting dan pewawancara. Hadir juga dalam KabertJo karakter yang membuat panggung lebih berwarna, seperti Nala Amrytha, yang berperan sebagai anaknya dan Mimi,berperan sebagai pembantunya. Dalam setiap tampilan selalu menghadirkan dua bintang tamu, satu dari kalangan sesama artis dan yang lainnya seorang tokoh masyarakat.Tidak ketinggalan, tentu saja sajian tarian karya Rusdy Rukmarata yang dibawakan oleh para penari EKI Dance Company.Dalam kesempatan Kamis, 12 Oktober 2006 lalu, KabaretJo menampilkan bintang tamu Shanty dan Ir. Sarw
ono Kusumaatmadja. Mulai dari saling ledek mengenai profesi pacar Shanty, sutradara Videoklip yang dianggap musiman hingga Sarwono yang mengisahkan kebiasaan di rumah yang tidak lagi menggunakan pembantu.”Bersama istri dan anak-anak, saya membagi tugas untuk mencuci hingga memasak”, katanya. Sedangkan Shanty, selain berperan sebagai bibi Nala, juga menyanyikan lagu Es Lilin yang diaransemen ulang oleh Viky Sianpiar. Tampil juga diatas panggung Takako Leen sebagai penari dalam tampilan kala Shanty menyanyi.Pada tampilan kedua ini, tampaknya secara perlahan KabaretJo mulai membentuk komunitas penonton seni panggung yang baru. Hal ini tampak dari beberapa penonton yang setia mengikuti setiap kali KabaretJo digelar. Didik, seorang fotografer yang juga bekerja pada sebuah biro iklan menganggap KabaretJo sebagai tontonan yang unik, sekaligus murah. ”Pertunjukan teater yang segar, namun tetap memiliki pesan didalamnya. Apalagi ada tarian dan cerita wayang juga, menyegarkan mata sekaligus membuka wawasan, ” katanya.
Selain cerita duda yang selalu direpotkan dengan anak semata wayangnya tersebut, KabaretJo memang senantiasa menyelipkan cerita wayang yang dikemas dalam sajian teatrikal. Kali ini kisah yang diangkat adalah hubungan kakak-adik, Sumantri dan Sukrasana. Sumantri digambarkan sebagai ksatria yang tampan dan gagah. Sebaliknya, Sukrasana walau lebih sakti, namun memiliki wajah yang menyeramkan dan tubuhnya pun cebol.
Sumantri meminta bantuan adiknya, ketika Arjuna Sasrabahu memintanya memind
ahkan taman Sriwedari yang berada di negri di atas awan. Sukrasana menyanggupi, asal diperbolehkan selalu bersama Sumantri. Namun ketika taman berhasil dipindahkan, Sukrasana malah mati dipanah oleh Sumantri, kakaknya sendiri.Waktu itu Sukrasana sedang berjalan-jalan di taman, namun keberadaannya telah membuat Dewi Citrawati dan para embannya ketakutan. Sumantri mencoba mengusir adiknya sendiri dengan menakut-nakuti akan dipanah, jika tidak segera pergi. Namun apa daya, panah tersebut terlepas dan langsung menancap di tubuh Sukrasana. Sukrasana pun tewas. Kisah ini dibawakan dalam semangat main-main yang tinggi, menggunakan makanan seperti donat sebagai media bercerita tanpa mengurangi keharuan dan pesan yang disampaikan.KabaretJo masih akan digelar bulan November 2006 yang akan datang, dengan kisah dan tamu yang dipastikan menarik dan penuh kejutan. (Seti)
Tuesday, October 03, 2006
Monday, October 02, 2006
Satu Lagi Dari Sujiwo Tejo
Dalam durasi tidak kurang dari 90 menit tersebut, KabaretJo menggali dan menyajikan sisi lain Sujiwo Tejo yang diatas panggung berperan sebagai duda beranak
satu,-yang menjadi anaknya adalah Nala. Buat Nala, sebelumnya juga menjadi anak Sujiwo Tejo pada pertunjukan musical Battle of Love. Sebagai seorang ayah, Sujiwo Tejo jauh dari otoriter dan galak.Sebaliknya, Nala malah sering iseg kepada Ayahnya, terutama kalau ayahnya sedang mendekati perempuan. “Hubungan orangtua antara saya dan anak saya, dibuat lebih terbuka dan demokratis”, jelas Sujiwo Tejo. Selain berakting, Sujiwo tejo juga menyanyikan lagu yang sempat dipopulerkan Frank Sinatra, yaitu Fly Me to The Moon. “Saya sangat suka lagu ini, tapi juga takut tiba-tiba di panggung malah lupa liriknya”, kata Sujiwo Tejo di kala persiapan.

Buat Anda yang tidak sempat menyaksikan KabaretJo edisi perdana, jangan bersedih. Karena tanggal 12 Oktober 2006 yang akan datang, KabertJo episode ke-2 kembali akan digelar. So Don’t Miss it !
Rahasia dari Dapur EKI
Alim Sudio, yang membantu menyiapkan skenario Miss Kadaluwarsa bersama dengan Aiko Senoenoto dan Uli Herdinansyah, menyatakan bahwa waktu persiapan yang lama memungkinkan terjadinya proses try out yang berulang-ulang sehingga nantinya bisa melahirkan skrip yang lebih ‘bernyawa’, utuh dan solid.
Saat ini setiap hari Selasa dan Kamis akan ada kegiatan yang diberi nama script lab. “Dalam kesempatan tersebut draft skenario dibaca, dicoba adegannya dan dibahas bersama", jelas Alim Sudio mengenai script lab tersebut. Adapun sejumlah pemain yang mengikuti lab tersebut, selain personil EKI Dance Company, artis lain yang ikut latihan adalah Uli Herdinansyah, Indra Herlambang, Antrie, Sita, Madina, Netta, Ingrid Widjanarko dan lainnya.
Berbagai hal menarik terjadi di ruang latihan tersebut. Mulai dari membaca puisi, memainkan karakter tertentu dan tentu saja tidak ketinggalan Body Conditioning. Proses masih panjang dan ikuti terus perjalanan menuju pertunjukan Musikal EKI terbaru, Februari tahun depan !
Monday, August 14, 2006
Siswanto ‘Kojack’ Kodrata di Festival International ”Schowburg”
Siswanto ‘Kojack’ Kodrata, salah satu penari utama EKI Dance Company menjadi penari dalam Koreografi Farida Oetoyo, dibawah bendera Kreativitat Dance-Indonesia. “Sebetulnya ini sudah beberapa kali saya ikutan Kreativitat, namun baru kali ini menari dalam koreografi Tante Fari," katanya. Sebelumnya Kojack pernah ikut dalam tarian koreografi Jurgen Otte dan Dislav Zielinski.Koreografi yang berjudul Serdtse(Denyut Kehidupan) yang musiknya dikerjakan oleh Aksan Sjuman ini akan dipentaskan tanggal 2 September 2006, dalam ajang Festival "Schowburg" Gedung Kesenian Jakarta International Festival 2006. “Saya berpasangan dengan seorang penari asal Jepang, jadi setiap proses(pertunjukan) adalah pengalaman baru," kata penari yang juga berperan sebagai Aria dalam Musical Freakin’ Crazy You, 29 Maret-1 April lalu.
MADINA MENDAPAT Pesan dari Surga
Masih ingat Jade, tokoh utama dalam pertunjukan Drama Tari Musikal FREAKIN’ CRAZY YOU produksi EKI Dance Company pada tanggal 29 Maret – 1 April 2006 yang lalu? Satu diantara dua orang yang memerankan tokoh itu selain Marcella Zalianty adalah Madina.Madina, mantan penyiar radio Prambors yang sekarang ditangani manajemen EKI Production itu mendapat Pesan dari Surga lewat arahan Sekar Ayu Asmara. Namun bukan arahan spiritual tapi arahan untuk film layar lebar yang berjudul Pesan dari Surga. Madina dalam film itu berperan sebagai seorang penari modern bernama Erlita. Karakternya, “Diam-diam tapi menggigit”, jelas Madina sambil tertawa malu. Kenapa menggigit? “Diam-diam selingkuh dengan suami orang,” ujarnya lagi. Film yang selain syuting di Jakarta juga Yogyakarta ini juga bercerita tentang lika-liku kehidupan anak band yang penuh problematika di antara para personilnya
Namun bagi Madina, kesan yang paling mendalam ikutan dalam film itu justru adalah adegan menari hip hop. “Saya memang berangan-angan bisa menari dalam sebuah film,” aku Madina yang sangat menyukai performing art. Sebuah usaha ekstra baginya untuk adegan menari dalam film itu karena harus take berulang-ulang. “Posisiku bergeser tidak sesuai blocking,” jelasnya . Memang latihannya cuma satu hari bersama penari-penari EKI Dance Company sebelum syuting.
Film yang diproduseri oleh Raam Punjabi didukung oleh sejumlah artis seperti Luna Maya, Rianti Cartwright, Vino Bastian, Cathrine Wilson, Uli Herdinansyah, Indra Herlambang, dan lain lain. Bravo Madina, kita tunggu saja waktu rilisnya tanggal 21 Desember 2006 untuk melihat langsung Madina menari. (Joe)
OLEH-OLEH dari SUJIWO TEJO APA ADANYA...

Kelompok Penggemar Sujiwo Tejo (KPST) menggagas konser Sujiwo Tejo di kafe Omah Sendok, pada hari Jumat, 11 Agusutus 2006 lalu. Kafe yang terletak di perumahan jalan Mpu Sendok dan punya area outdoor, ternyata memang pilihan yang cocok buat konser tersebut. Tak heran jika para penonton merasa seperti datang ke undangan pesta taman di rumah teman, kebetulan malam itu Sujiwo Tejo yang berperan sebagai host sekaligus penghibur. Uli Herdinansyah, penyiar Insert (program infotainment di Trans TV), yang malam itu datang bersama temannya beberapa kali berujar, ”Tempatnya enak banget, buat kencan siang atau malam, kayaknya enak neh…”
Bharata Kusuma, penggagas acara yang malam itu menjadi MC, membuka dengan mempersilakan para tamu untuk bertanya apa saja kepada Sujiwo Tejo. Pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya memang sudah ada di hati para penggemar dan menanti untuk disampaikan ketika berhadapan langsung dengan Sujiwo Tejo akhirnya terlontar dan mencairkan suasana. Ada yang menanyakan apa yang ada di pikiran Sujiwo Tejo sehingga bisa menciptakan lagu-lagu se-edan itu, ada pula yang minta untuk diciptakan lagu saat itu juga yang sesuai dengan suasana homey malam itu.
Show malam itu dibuat sebagai rangkaian yang indah antara lagu dan obrolan hingga membuat hadirin ‘tidak merasa’ ketika sampai pada akhir acara. Sujiwo Tejo membawakan tujuh buah lagu yaitu Pada Suatu Ketika dengan aransemen baru, Anyam-Anyaman Nyaman I (duet dengan Netta Kesumah Dewi), Zen-Die, Aku Lala Padamu, Freakin’ Crazy You (bersama Netta Kesumah Dewi, Kenya dan Nala Amrytha), Kalau Aku Presiden (Yai Yo) dan Nadian. Sebagian besar hadirin terlihat ikut bergerak sesuai beat, bahkan tak jarang sambil ikut bernyanyi.
Sapaan-sapaan Sujiwo Tejo terhadap para penggemar mulai dari mantan model Playboy Tiara Lestari, bintang film dan sinetron Marcella Zalianty, presenter dan aktor Uli He
rdinansyah hingga wartawan senior seperti Aristides Kattopo dan direktur Trans TV Ishadi SK. Tidak ketinggalan juga mantan backing vocal Sujiwo Tejo, Rini ‘AFI’ dan Reti Mutia (adik Widi AB-Three, red.), membuat suasana bagai reuni. Dan tentu juga sapaan kepada para penggemar fanatik Sujiwo Tejo yang hafal setiap lirik dari lagu-lagu Sujiwo Tejo. Yudisthira, penggemar berat lagu-lagu Sujiwo Tejo, mengaku sepanjang jalan menuju kafe Omah Sendok, ia tidak menyetel musik lain selain lagu-lagu Sujiwo Tejo. “Khusus untuk (lagu berjudul) Zen-Die, saya sudah putar lima kali,“ katanya.Celetukan-celetukan ala Sujiwo Tejo yang segar dan tetap ‘edan’ membuat tamu undangan ter
tawa lepas dan tidak tahan untuk membalasnya. Seperti ketika Sujiwo Tejo memperkenalkan penyanyi ABG yang ikut menyanyi dalam lagu Freakin’ Crazy You, yakni Kenya dan Nala. Namun di tengah pertunjukan, karena Nala dan Kenya menyanyi dengan ‘miskin gerak’ Mas Tejo menghentikan pertunjukan seraya berkata, ”Nala, gerak dong, menari atau apalah… Bapak-mu itu ‘kan penari, jangan malu-maluin lho..,” katanya pada Nala, putri kedua koreografer EKI Dance Company, Rusdy Rukmarata.Ejek-ejekan antara Sujiwo Tejo dan pemain bandnya juga sering memancing tawa tamu undangan. Seperti ketika Sujiwo Tejo memperkenalkan pemain keyboard malam itu, Viky Sianipar yang juga arranger musik dan baru saja merilis album baru Indonesian Beauty. Sujiwo Tejo berpesan pada para penonton, “Kalau bawa uang, beli dulu album aku. Baru kalau ada uang lebih belil
ah albumnya dia…haha,” sambil menunjuk Viky Sianipar yang tertawa-tawa. Juga tentang hubungan Sujiwo Tejo dan pemain bass Bintang Indrianto (produser album ketiga Sujiwo Tejo Syair Dunia Maya) yang sering naik-turun ganti-ganti antara rukun harmonis dan bertengkar, tapi karena itu justru mereka merasa bagai suami dan istri. Begitu pula dengan Taufan, pemain drum, yang dijuluki Mas Tejo sebagai pengusaha pulsa karena punya side job menjual voucher pulsa.Di tengah-tengah pertunjukan, Bharata membuka lelang sebuah kaos yang bertuliskan kata-kata tulisan Sujiwo Tejo sendiri berikut tanda tangannya. Dibuka dengan harga lima puluh ribu rupiah, lelang berakhir di harga tiga ratus ribu rupiah. Edannya, sang pemenang lelang kaos adalah seorang perempuan fans Sujiwo Tejo yang ikutan lelang via telpon karena dirinya tidak bisa datang karena masih terbaring di rumah sakit. Dan terjuallah kaos bertuliskan “Daripada telor setengah masak, lebih enak telor setengah masuk” dengan harga 300 ribu perak!
Acara pun berakhir dengan harapan Kelompok Penggemar Sujiwo Tejo (KPST), yang menggagas acara tersebut, kembali menggelar acara-acara seperti malam itu, entah kapan dan dimana… Kita sama-sama tunggu aja deh! (helen)
untuk melihat komentar tentang pertunjukan ini di media lain, silakan klik disini
Friday, July 28, 2006
AUDISI PENARI
EKI Dance Company akan membuka peluang bagi rekan-rekan yang berminat untuk menjadi penari dan bergabung bersama EKI Dance Company.
Audisi akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat/4 Agustus 2006
Pukul : 10.00 WIB - selesai
Tempat : Studio EKI, Jl. Padang No.32 Manggarai - Jakarta Selatan
(Belakang Pasaraya Manggarai)
Materi audisi : tari dan teater
Kualifikasi :
- Berusia maksimal 25 tahun, kecuali bagi mereka yang memiliki latar
belakang pedidikan tari.
- Membawa CV (Curriculum Vitae) pribadi.
- Membawa foto ukuran postcard seluruh badan & separuh
badan.
Perlengkapan:
Kaos/baju senam, celana olahraga, sepatu keds untuk dipakai selama audisi berlangsung.
Bagi yang berminat untuk mengikuti audisi ini, harap menghubungi Sdri. Herlina di EKI Dance Company, telp. (021) 831 2377, 831-3029, 8379-0618 atau HP 0812-8072803 selambat-lambatnya tanggal 3 Agustus 2006.
Workshop Tari ala Stephanie Thiersch dan Alexandra Naudet

“Beautiful!”, demikian Stephanie dan Alexandra mengomentari presentasi peserta yang dibagi atas dua kelompok. “Berbeda dengan workshop lain yang saya lakukan di negara lain sebelum ini, menurut saya, peserta di sini sangat terbuka,” kata Stephanie lagi. Sedangkan menurut Alex – panggilan Alexandra – “mereka sangat kuat, terutama dalam hal berkomunikasi lewat tatapan mata, biasanya hal ini sulit ditemui pada para penari di Eropa saat ini.”
Dalam dua hari, hal itu terbukti benar. Berbagai materi workshop yang diberikan pada akhirnya menghasilkan sembilan pasang penampil yang membawakan presentasi singkat yang sangat mengesankan.Di mata para peserta, program ini juga banyak membawa nilai plus. Menurut Sunaryo, salah satu koreografer asal Bandung, “Workshopnya menarik sekali. Saya menemukan metode baru untuk menggali kreativitas lewat potongan pose pada gambar yang kemudian dibentuk menjadi tarian.” Sedangkan kata Yosep, penari EKI, “Tiba-tiba saya diingatkan kembali soal impulse sebagai penari, bagaimana untuk bergerak dari dalam, dari hati, dan tak cuma mengandalkan gerak yang tampak.”
Boby Ari Setyawan, pendiri kelompok tari Independent Expression dari Solo mengaku bahwa materi dan penyampaiannya sangat menarik, luwes dan apresiatif. ”Sayangnya, waktunya terlalu singkat. Saya baru mulai merasa tune-in di hari kedua, eh, workshopnya sudah selesai...” Di sisi lain, workshop ini juga meninggalkan pertanyaan bagi Yuliani yang juga adalah penari EKI. ”Saya tertarik dengan ajakan untuk melupakan teknik tari dan semata mengandalkan kekuatan gerak hati dan pandangan mata yang diajarkan, tapi di satu sisi juga khawatir, apa iya penonton juga bisa menikmatinya sebagai sebuah pertunjukan?” ujarnya.
Thursday, July 27, 2006
Pangeran, Mutan, dan ABG Ketemu di Mall


Cerita Pangeran Katak yang konon aslinya berasal dari legenda Bali ini ditangan Alim Sudio, penulis skenario dari tim EKI Production, menjadi lebih akrab dengan masa sekarang. Settingnya tidak cuma ada kerajaan, tapi juga mall. Selain itu ada putri yang suka menyihir hingga ABG yang suka belanja, semua ada!
Mengenai hal ini, dalam jumpa pers, Aiko Senosoenoto selaku Pemimpin Produksi mengatakan, "Cerita kami kembangkan dengan tujuan agar bukan cuma anak-anak yang suka, tapi juga ayah ibunya yang mengantar mereka juga suka. Selain itu tetap ada nilai moral, seperti pentingnya menjaga lingkungan serta persahabatan".
dari Studio arti art, lebih dari 20 penari EKI Dance Company yang didukung penuh oleh Sutradara Sujiwo Tejo, Koreografer Rusdy Rukmarata, Asisten Koreografer Takako Leen, Penata Kostum Samuel Wattimena, dan Penata Artistik Sugeng Yeah. Sedangkan di jajaran pemain mulai dari Uli Herdinansyah, yang beberapa waktu lalu memerankan Brahma dalam musikal Freakin' Crazy You, juga ada Baim Wong, Laudya Cynthia Bella, Arie Dagienk, Indra Birowo serta dua model dari majalah Kawanku, Eline dan Nadia Sarah.
Meski harus 4 kali pentas, Laudya Cynthia Bella bahkan sempat sakit menjelang pertunjukan ini digelar, namun Drama Musikal Pangeran Katak dan Puteri Impian akhirnya terselenggara dengan lancar.Sebuah media massa ibukota malah menyebutkan pertunjukan ini memiliki kualitas internasional, baik dari segi artistik dan salut buat para pemeran dalam Pangeran Katak, yang beberapa diantaranya baru pertama kali main teater tersebut!

Tuesday, June 13, 2006
Thursday, June 01, 2006
MUSIKAL "PANGERAN KATAK dan PUTRI IMPIAN"
DRAMA MUSIKAL
"PANGERAN KATAK DAN PUTRI IMPIAN"
PENDUKUNG ACARA:
BAIM WONG | LAUDYA CYNTHIA BELLA | ARIE DAGIENK | INDRA BIROWO | ULI HERDINANSYAH | NADIA SARAH | ELINE FEBRIANI | EKI DANCE COMPANY
Produser DANNY BUDIARTO ~ Sutradara SUJIWO TEJO ~ Cerita ALIM SUDIO ~ Musik BINTANG INDRIANTO ~ Koreografer RUSDY RUKMARATA ~ Kostum SAMUEL WATTIMENA ~ Artistik SUGENG YEAH
TEMPAT:
PLENARY HALL - JAKARTA CONVENTION CENTER
WAKTU:
Sabtu, 1 Juli 2006
Show 1 : Pukul 13.00 WIB
Show 2 : Pukul 17.00 WIB
Minggu, 2 Juli 2006
Show 3 : Pukul 11.00 WIB
Show 4 : Pukul 14.00 WIB
TIKET TERSEDIA DI:
EKI Production (021-8312377 , 021-8313029, 021-83790618)
HARGA TIKET:
VVIP : Rp 400.000,-
VIP : Rp 300.000,-
Kelas 1 : Rp 200.000,-
Kelas 2 : Rp 100.000,-
Friday, April 07, 2006
Saturday, April 01, 2006
TELKOMSEL Present FREAKIN' CRAZY YOU
TELKOMSEL
Present:"A Story about today's generation, a touching message for
parents!"
FREAKIN’ CRAZY YOU
I’m Like…Young 'n Sooo...Not You
29 Maret - 1 April 2006, pkl. 8 malam
30 Maret & 1 April 2006, pkl. 4 sore (khusus pelajar & mahasiswa)
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ)
Harga Tiket :
♣ Pertunjukan jam 8 malam:
- Rp 100.000 (Balcony)
- Rp 200.000 (Kelas 1)
- Rp 300.000 (VIP)
♣ Pertunjukan jam 4 sore:
- Rp 50.000 (Balcony)
- Rp 75.000 (Kelas 1)
TICKET BOX:
EKI Dance Co. (831 2377, 831 3029) - 24 Hours
www.rajakarcis.com - 24 Hours
GKJ (344 1892)
Disctatrra (566 9762)
Disctarra Bandung - Dago (022 420 1642)
www.detik.com
EKI Dance Company:
♣ Takako Leen
♣ Chichi Kadijono
♣ Helen Irawati
♣ Chitra
♣ Lilies
♣ Yuliani
♣ Gede Juliantara
♣ Siswanto 'Kojack' Kodrata
♣ Hendy 'Wewe' Leonathan
♣ and many more
Featuring:
Group A (Cast on March 29, 8 pm | March 30, 8 pm | April 1, 4 pm)
♣ Madina (Jade)
♣ Uli Herdinansyah (Brahma)
♣ Iwet Ramadhan (Yoga)
♣ Rusdy Rukmarata (Jendral/Ayah Jade)
♣ Antrie Soeryanto (Ibu Jade)
♣ Amy Zein (Ibu Tara)
♣ Meitri (Tara)
♣ Candi Rasidy (Pak Hamid)
♣ Resa (ABG-1)
♣ Ria (ABG-2)
♣ Nesia (ABG-3)
Group B (Cast on March 30, 4 pm | March 31, 8 pm | April 1, 8 pm)
♣ Marcella Zalianty (Jade)
♣ Fauzi Baadilla (Brahma)
♣ Indra Herlambang (Yoga)
♣ Ray Sahetapy (Jendral/ Ayah Jade)
♣ Melyana Tjahyadikarta (Ibu Jade)
♣ Netta Kesumah Dewi (Ibu Tara)
♣ Rembulan Randu Dahlia (Tara)
♣ Andy Ho (Pak Hamid)
♣ Rizky (ABG-1)
♣ Dinda (ABG-2)
♣ Kresna (ABG-3)
Artistik Pertunjukan:
• Sutradara: Sujiwo Tejo
• Koreografer: Rusdy Rukmarata
• Penulis Skenario: Alim Sudio & Aiko Senosoenoto
• Penata Musik: Bintang Indrianto
• Penata Kostum: Samuel Wattimena
• Penata Artistik: Sugeng Yeah
• Fotografi: Firman Ichsan
• Desain Grafis: Iwan Gunawan
Produced & Organized by:
EKI Dance Company & TIKAR Production
Sunday, March 26, 2006
Monday, March 20, 2006
Wednesday, March 15, 2006
Tiket earlybird
Masa berlaku tiket earlybird (Discount 10%)
diperpanjang sampai tanggal 15 Maret 2006,
segera hubungi:
EKI (24/7) : 8312377, 83790618, 0818789067
www.detik.com | www.rajakarcis.com (24/7)
Disctarra Bintaro: 5669762 |
Disctarra Semanggi: 2556483 |
Disctarra Kelapa Gading: 4529504, 4529536 |
Disctarra Pondok Indah: 7506989 |
Disctarra Bandung-Dago: 022 2401642 |
Gedung Kesenian Jakarta (GKJ): 3441892 |
Marcella Zalianty: Ciuman dan Pentas Teater Pertama
"Deg-degan iya. Apalagi saya punya kecenderungan grogi saat tampil di depan banyak orang," katanya di sebuah kafe di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).
Pementasan Freakin Crazy You, yang bakal digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), 29 Maret - 1 April itu, akan menjadi ajang pembuktian dirinya. Ta ada lagi istilah cut atau take ulang. Semua akan berjalan tanpa jeda selama 1,5 jam. Salah sedikit, tentu saja akan berakibat fatal. "Berat sih, karena itu saya harus belajar keras," ucap Marcella.
Tak mau kejadian itu menimpanya, penyabet Aktris Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2005 itu tak mau menganggap remeh kepercayaan yang diberikannya itu. Katanya, dua bulan sudah ia mempersiapkan diri untuk pementasan teater perdananya itu. Bahkan ia sempat menolak sejumlah tawaran yang disodorkan kepadanya.
"Ada lah beberapa. Sedikit seret sih, tapi tak apa lah," ujar perempuan kelahiran Jakarta, 7 Maret 1980 itu.
Dalam pementasan yang akan disutradarai dalang sekaligus musisi Sujiwo Tejo itu, Marcella akan tampil sebagai seorang penyiar, anak seorang jendral. Kata Tejo, dalam adegan nanti, ada adegan ciuman yang diberikan kepada Marcella.
So, ini akan jadi ciuman pertamanya, untuk pentas teater perdananya. "Asalkan tuntutan peran, ya saya harus menjalaninya secara profesional. Enggak pakai nafsu. Habis itu ya paling-paling sikat gigi, he...he...," ujarnya.
Selasa, 14 Maret 2006, 19:30 WIB
Jakarta, KCM
Penulis: Eh
Ray Sahetapy Diancam Santet

Jakarta, Pria yang dimaksud Ray adalah dalang kondang, Sujiwo Tejo. Diancam akan disantet oleh seniman berambut gondrong tersebut, Ray ketakutan. Ketimbang benar-benar disantet, Ray pun tunduk pada permintaan pria yang akrab disapa Tejo itu.
Namun santet itu hanya ancaman bercanda Sujiwo ketika meminta Ray ikut dalam pementasan drama musikal yang digarapnya. Pertunjukkan bertajuk 'Freakin Crazy You' (FCY) tersebut berlangsung 30 Maret- 1 April 2006 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).
"Saya diajak dia, katanya kalau nolak saya disantet," ujar Ray pada detikhot saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (13/3/2006).
Di pertunjukkan yang digarap oleh Eki Dance Company itu, Ray bermain sebagai ayah si tokoh utama, Jade (dibintangi Marcella Zalianty). Karakternya merupakan seorang sosok ayah yang kurang begitu akur dengan istrinya dan jarang bertemu keluarga.
Disinggung soal ketertarikannya ikut serta di FCY, aktor lawas ini berujar, selain karena takut disantet, Ray juga sedang menggali lagi keaktorannya. Ia merasa kemampuannya berlakon sedikit menurun karena selama ini terlalu sering berada di belakang layar.
Selain Ray dan Marcella, banyak nama-nama terkenal lain yang turut berpartisipasi di FCY. Contohnya adalah dua presenter gosip di salah satu stasiun TV, Indra Herlambang dan Uli Herdinansyah.
Bekerja dengan pemain-pemain baru dan masih berusia muda bagi pria yang sudah menikah untuk keduakalinya itu dianggapnya sebagai suatu tantangan. Ia mencoba beradaptasi dalam hal-hal tertentu seperti pola pikir dan kebiasaan para pemain muda.
"Mereka lebih spontan. Aku juga belajar lagi dari mereka," tuturnya.
Selasa, 14/03/2006 08:02 WIB
Eny Kartikawati - detikHot
Ray Sahetapy (fta/hot)
(eny)
Ketakutan No.1 Marcella Zalianty

Jakarta, Bicara soal ketakutan, Marcella Zalianty tidak menyebut hantu atau binatang menjijikkan di daftar paling atas ketakutannya. Ia ngeri pada hal yang untuk banyak orang malah menjadi sebuah hobi. Apa ya?
"Aku takut banget nyanyi. Itu hal yang menakutkan dalam hidup aku," ujar Marcella ditemui di salah satu kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2006). Ia main dalam pertunjukan teater musikal bertitel 'Freakin Crazy You' yang digelar 29 Maret - 1 April 2006, pukul 16.00 dan 20.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).
Atas dasar profesionalisme, pemilik rambut indah yang satu ini pun berusaha menjalankan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya.
Ia berlatih dan semaksimal mungkin merasa enjoy. "Supaya aku juga nambah kemampuan. Lama-lama sih seru juga. Capek sih, tapi fun juga," tutur Marcella soal latihan akting dan bernyanyinya yang dikomandoi seniman nyentrik Sujiwo Tejo.
Dalam 'Freakin Crazy You', Marcella terpilih menjadi pemeran utama. Ia memainkan tokoh Jade, anak seorang jenderal yang berprofesi sebagai penyiar radio. Pementasan yang juga didukung Ray Sahetapy, Uli Herdinansyah dan Indra Herlambang ini mengangkat tema generation gap antara orang tua dan anak.
Selasa, 14/03/2006 19:03 WIB
Ine Yordenaya - detikHot
Marcella Zalianty (fta/hot)
Marcella Zalianty Adaptasi Kata-Kata Kotor

Agar tampil maksimal dalam pentas teater ''Freakin Crazy You,'' bintang film dan pesinetron terkenal Marcella Zalianty tengah membiasakan diri dengan kata-kata kotor. Soalnya, pentas teater itu disutradarai oleh Sudjiwo Tedjo, yang memang sering kali mengumbar kata-kata kasar.
''Yah aku membiasakan diri dengan kata-kata itu. Itu sudah bagian dari kebiasaan seseorang. Lagi setiap orang kan mempunyai gaya yang beda-beda,'' kata Marcell - panggilan akrab Marcella Zalianty beberapa waktu lalu.
Marcell malah mengatakan sangat menyukai gaya Sudjiwo Tedjo. Menurut pemeran sinetron KAPAN KITA PACARAN LAGI ini, Sujiwo Tejo adalah orang yang mempunyai cara tersendiri untuk mengungkapkan keinginan-keinginannya.
''Aku memang sering dengar begitu. Tapi enggak papa, aku sih santai-santai saja karena aku suka banget cara Sujiwo Tejo men-direct. Bahkan, aku benar-benar banyak belajar dari dia. Kata-kata kasar itu tidak lain hanya cara dia ngasih perumpamaan secara tidak langsung,'' ucap peraih Piala Citra 2005 ini senyum simpul.
Meski sangat senang bisa tampil di pentas teater, Marcell mengaku agak deg-degan. Soalnya, ini adalah pengalaman pertama Marcell tampil di atas pentas teater.
Sumber : Kapanlagi.com
Updated : 7 Maret 2006 09:25:05 WIB
Tuesday, March 14, 2006
Sunday, March 12, 2006
Wednesday, March 08, 2006
NAMA DAN PERISTIWA
Untuk pentas itu, Marcella juga siap ”dikerjain” saat audisi. Ia kemudian mendapat peran tokoh penyiar bernama Jade.
”Aku disuruh pura-pura menjadi istri yang sedang berantem dengan suami. Aku berantem saja sampai tubuhku lemas,” kata Marcella saat jeda latihan, Rabu (1/3) lalu.
Dalam audisi, ia diminta bernyanyi. Menyanyi di depan orang itu merupakan momok bagi Marcella.
”Seumur hidup, aku paling takut kalau disuruh nyanyi di depan orang. Kalau sedang nyanyi, aku tak tahu suara ke mana, nadanya ke mana hi-hi-hi...,” ujar Marcella sambil mengunyah apel—soalnya ia takut gemuk.
Ia kemudian menyanyikan lagu That’s What Friends Are For. Tapi, kenapa takut nyanyi?
”Malu aja dan enggak pede. Suaraku jelek kali. Aku lebih pede kalau disuruh menari.”
Menarilah saja Cella. Mumpung belum dilarang. (XAR)
5 Maret 2006
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/05/naper/2478607.htm
Monday, March 06, 2006
FREAKIN' CRAZY YOU (jadwal wawancara radio)
Happy Hour Pkl. 18.30-19.00 WIB
23 Maret 2006 (87.6 Hardrock FM)
Drive 'n Jive Pkl. 19.00-19.30 WIB
24 Maret 2006 (89.6 FM I-Radio)
Sore-sore On Air Pkl. 18.30-19.00 WIB
25 Maret 2006 (101.4 Trax FM)
Skuldesak Pkl. 16.00-16.30 WIB
Friday, March 03, 2006
Uli Herdinansyah, Teater Mengganggu Keseimbangan Jiwa

Keterlibatan presenter dan penyiar radio Uli Herdinansyah dalam pegelaran musical Freakin Crazy You mulanya sekedar ‘coba aja’. Kebetulan lolos casting, kenapa enggak dicoba aja. Eh, makin kesini Uli malah ngerasa enjoy meskipun banyak menemui kesulitan.
Sampai-sampai presenter infotainment ‘Insert’ ini mengaku keseimbangan jiwanya terganggu. Wah, kok bisa. “Ikutan ini mengganggu keseimbangan jiwa gue, soalnya beda banget antara kepribadian Brahma dengan keseharian gue,” jelas Uli ketika ditemui di Studio EKI.
Sebagai Brahma, Uli mesti cool, serius, sok keras, gentleman, “Gue harus belajar banyak dari sini,” imbuh Uli. Sementara itu, Uli mengaku kesamaannya dengan Brahma adalah mereka punya jiwa pemberontak. “Persamaan kita, ada cara pandang dimana kita enggak menyerah dan menganggap aturan yang tercipta itu selalu benar,” jelas Uli. Ya rebel gitu lah.
Ikut pegelaran ini bukanlah kali pertamanya mencicipi akting. “Gue pernah ikut proyek sinetron, enggak sempat tayang sih. Nah selama tiga hari itu gue diceburin di kolam, gue nyerah deh,” cerita penyiar MMS di Hard Rock FM ini. Diluar itu, di keseharian Uli suka sekali ‘akting’ menjadi orang lain. Aneh memang.
Nah, lucunya pas pertama ketemu sutradara, Sujiwo Tejo, Uli ditanyain, kenapa ikutan casting? Dengan lugu Uli menjawab, “Gue ditawarin, dan gue belum pernah lihat mas Tejo sedekat ini,”. Takutkah Uli?, “Tetep takut,” jawabnya seraya tertawa. “ Tapi aslinya mas Tejo humoris banget, enggak seperti yang gue bayangkan,“ imbuhnya.
Meski ini pengalaman pertama, Uli mengaku tidak begitu deg-degan. Rumusnya cuma satu, jalanin aja day by day. Kalo hari ini jelek, besok ya diperbaiki lagi. “ Gue enggak mau mikirin gimana manggungnya, hari ini aja,” tutur penonton setia Discovery Channel ini. Jadi kalaupun nantinya Uli dapet tawaran lagi, ia mengaku belum ada bayangan. “Gue enggak worthed akan dipake lagi berikutnya. Begini aja udah seneng banget,” ujarnya merendah.
03 Mar 2006 09:33
Sumber: Kafegaul.com
Marcella Zalianty, Ogah Curhat Via Radio

Dalam pegelaran Freakin Crazy You, aktris Marcella Zalianty berperan sebagai Jade, seorang penyiar radio yang membawakan program acara FDP. Nah, disitu pendengar bisa Curhat, mulai dari soal asmara, keluarga, pertemanan, segala hal.
Beda dengan perannya, Marcella mengaku ogah ikutan curhat via radio gitu. Kenapa ? Enggak pernah sih, paling curhat sama temen, tutur Marcella ketika ditemui di sanggar EKI kemarin sore.
Pendengar Radio Prambors, Hard Rock dan Radio Jazz ini mengaku ia lebih suka mendengarkan lagu dibandingkan mengikuti program-program acara radio. Soalnya aku suka banget sama musik, dan Radio mudah diakses ya, imbuh pemeran Mel dalam film Brownies ini.
Peran sebagai penyiar bukan sekali ini dilakoni Marcell. Kalo masih ingat, di sinetron Malam Pertama (MP), Marcella juga jadi penyiar bersama Tamara Geraldine. Iya, sama banget dengan peranku di Malam Pertama, tapi kalo itu kan cerita untuk yang pertama, dan ini lebih ke curhat, jelas putri aktris senior Teti Liz ini.
Bukannya ngebela diri nih, namun Marcell pribadi mengaku senang dengan program acara FDP. Program yang efektif, dan deket banget, tuturnya. Soalnya, dengan begitu anak muda punya sarana untuk melampiaskan uneg-unegnya.
Nah, dalam Freakin Crazy You, Jade punya fans berat yang senantiasa mendukung langkahnya. Ternyata, di kehidupan nyata Marcell punya juga. Ada waktu itu ketemu di Ruming, sampe sekarang dia suka SMS, curhat tentang ujian lah, cerita Marcell. Terganggukah ? Marcell menjawab bijak, Enggak, santai aja,.
Sebagai Jade, perempuan kelahiran Jakarta 7 Maret 1980 ini menemukan beberapa persamaan dengan dirinya. Keseluruhan sih beda, tapi kesamaannya kita sama-sama berjuang mempertahankan pendapat mereka, ungkap aktris Bintang Jatuh ini.
Menjelang hari H, Marcell rekannya seperti Nanang, Indra Herlambang, Uli Herdinansyah, Madina, giat berlatih di studio EKI. Mereka langsung ditangani sang sutradara, Sujiwo Tedjo. Hmmm, dengan penampilan mas Tejo yang terkesan galak begitu, Marcell takut gak sih ?, Enggak sih, tapi kalo salah ya dikasih tahu, bisik Marcella seraya tersenyum.
02 Mar 2006 10:08
Sumber: Kafegaul.com
Aksi Aji Mumpung Indra Herlambang
Mulanya, cowok kelahiran 16 Maret 1976 ini mengawali karir sebagai penyiar radio bandung. Kenyang siaran, Indra hijrah ke ibukota dan mengikuti berbagai casting. Ikutan casting ini-itu, presenter, tiba-tiba ada yang nawarin acting, aji mumpung ya, tutur Indra ketika dihubungi KG.
Dalam dunia siaran, nama Indra boleh melambung. Bahkan hingga kini, alumnus ITB itu masih cuap-cuap di Hard rock FM Jakarta. Tapi kalau bicara akting, kemampuan Indra baru teruji sebatas jadi cameo aja. Ada sih cita-cita pengen main film, bukan jadi cameo aja, kata cowok yang sempet muncul di film “Janji Joni" ini.
Tapi sayang, cita-cita itu nampaknya belum bisa terwujud. Bentar lagi ada film baru, tapi masih cameo juga, bantuin temen, cerita Indra terdengar ketawa.
Tapi tunggu. Di pegelaran musikal “Freakin Crazy You," Indra enggak cuma sekedar cameo. Perannya sebagai Yoga, Program Director (PD) Radio, cukup penting dan menyebalkan. Yoga itu serba tanggung, pemarah, sok galak, tapi takut juga sama Jade. Penjilat dan agak nyebelin, tutur Indra. Untuk riset, Indra melihat keseharian rekan kerjanya di Radio. Belum pernah dapat sih PD kayak gitu, kebalikannya aja yang saya lihat, imbuh bintang sinetron So What Gitu Lho ini.
Bermain teater, film dan sinetron tentu jadi tantangan tersendiri bagi Indra. Theater memang sulit. Enggak ada take over, kadar emosi diharapkan lebih, ekspresinya juga, ungkap rekan Cut Tari dalam Insert ini.
Di Freakin Crazy You, Indra akan beradu akting dengan Marcella Zalianty, seorang penyiar bernama Jade. Dasarnya penyiar, suka keluar aja kata-kata petuah buat ngebimbing Marcella. Sering sih, tanpa sadar keucap. Dan memang setting lebih banyak diradio," imbuh cowok yang punya kolom khusus di Free Magazine ini.
01 Mar 2006 11:56
Sumber: Kafegaul.com
Marcella Zalianty Makin Mantap di Teater

Pemenang piala Citra, Marcella Zalianty sepertinya tak lagi mementingkan berapa besar honor yang diterima untuk sebuah lakon. Buktinya, ia terlibat dalam teater musikal 'Freakin Crazy You'. Turun harga?
“Biasa saja. Di sini aku nggak liat dari pendapatan, tapi dari pengalaman yang bisa aku ambil," ucap Marcella diplomatis saat ditemui di MPX Grande, Jakarta, Selasa (28/2).
Mulanya, keterlibatan Marcella memang cuma sekedar coba-coba. Tapi siapa sangka kalau ternyata kesempatan bermain teater itu menghampirinya. "Pada dasarnya aku mau coba. Aku suka seni peran dan belum pernah tampil di panggung. Lantaran suka ngeliat broadway juga, jadi pengen ngerasain seperti apa tampil secara live, gitu," papar pemeran Jade di teater itu.
Banyak yang mengatakan, jika sudah terlibat dalam dunia teater maka kemampuan akting seseorang akan semakin matang. Lalu bagaimana dengan Marcella? "Aku belum tahu yah, karena belum syuting lagi abis teater ini. Tapi aku berharap, dengan ikut teater ini aku bisa jadi lebih bagus lagi," tutup Marcella yang mengaku sering berdiskusi dengan rekannya Rachel Maryam, Rachel bilang asik banget. Selain teater ada lagi gak? insya allah, kalo lancar akan ada film lagi. Udah dari tahun lalu saya pengen main teater tapi blom ada waktu yang pas.
01 Mar 2006 11:08
Sumber: Kafegaul.com
Tuesday, February 21, 2006
FREAKIN' CRAZY YOU (Main Drama Musikal)

Bagi Marcella Zalianty, belajar akting merupakan sebuah kewajiban yang tidak boleh dilewatkan. Baginya akting di layar kaca dan layar lebar telah menuai hal positif. Selain ketenaran juga mengukuhkan dirinya sebagai aktris terbaik Festival Film Indonesia 2005 lalu lewat film Brownies.
Kini Marcella pun ingin mereguk pengalaman di dunia teater. Ia pun menyanggupi tawaran sebagai salah satu pemain drama musikal berjudul Freaking Crazy You (FCY) arahan sutradara Sujiwo Tejo. Gadis kelahiran Jakarta 7 Maret 1980 ini memang terobsesi bisa tampil di dunia panggung. ''Aku ingin berakting di dunia panggung dan sekarang terwujud,'' kata putri artis senior Tetty Liz Indriati ini kepada Media, kemarin di sela-sela latihan drama FCY.
Sejak dua pekan lalu Marcella mulai sibuk berlatih persiapan pentas FCY yang rencananya digelar 29 Maret-1 April mendatang. Ia dipercaya memerankan sosok Jade, tokoh utama dalam cerita itu. Tidak tanggung-tanggung FCY akan dipentaskan dalam enam sesi. Bukan hanya persiapan akting saja yang diperlukan, melainkan pula persiapan fisik.
''Capek juga sih karena mulai Februari latihannya harus lebih intensif. Malah rencananya seminggu sebelum pertunjukkan akan diadakan latihan setiap hari. Tetapi saya senang bisa belajar mematangkan akting,'' kata Marcella mengungkapkan suka duka belajar akting drama.
Freakin Crazy You berkisah tentang konflik antara orang tua dan anak. Anak-anak muda mencurahkan problemanya melalui siaran radio yang diasuh Jade. (Eri/H-5).
Sumber: Media Indonesia Online
FREAKIN' CRAZY YOU (Mencoba Panggung Drama)
Setelah sukses meniti karier di dunia akting layar kaca dan laya lebar, kini artis Marcella Zalianty akan coba untuk terjun ke dunia panggung. Rencananya, cewek ini akan berakting di sebuah drama musikal arahan sutradara Sujiwo Tedjo berjudul Freaking Crazy You.
Freaking Crazy You sendiri berkisah tentang konflik antara orang tua dan anak. Anak-anak muda inilah yang jadi pendengar setia dan kerap berkeluh kesah kepadanya. Kebanyakan mereka curhat tentang perbedaan pendapatnya dengan orang tua. "Ini memang pertama kali aku akan berakting di panggung drama. Semoga sukses ya," ujar Marcella.
Sejak pekan lalu, Marcella mulai berlatih untuk persiapan pentas yang akan digelar mulai 29 Maret hingga 1 April 2006. Tidak tanggung-tanggung, Freaking Crazy You akan digelar dalam enam sesi. "Karena latihannya cukup menyita waktu, makanya aku kurangi jadwal kegiatan aku, konsentrasi di sini dulu," ujar bintang film Brownies, Soul dan Belahan Jiwa ini.
Sayangnya, meski pementasannya tinggal dua bulan lagi, EKI Production selaku penyelenggara belum bisa memastikan tempat dan harga tiket. (Syamsudin W)
Sumber: Suara Karya Online
FREAKIN' CRAZY YOU (Marcella Zalianty dicekal)
Tuesday, 17 Jan 2006 11:30:53 WIB
Jika tantangan berakting di layar lebar dan layar kaca sudah dilalui Marcella Zalianty, tinggal dunia panggung yang belum dirambahnya. Kini berakting di sebuah drama musikal bukan mimpi lagi. Bintang 'Brownies' itu sukses terpilih sebagai salah satu pemeran drama musikal 'Freaking Crazy You' dengan sutradara Sujiwo Tejo.
"Waktu itu dia tidak masuk dalam list pemain yang akan dikasting. Tapi kebetulan ketika kami menawari Alvin Adam, Marcella sedang bersama dia. Dan dia malah tertarik lalu ikut audisi," ujar Iwan, humas EKI Production yang menggarap acara ini ketika dihubungi detikhot, Selasa (17/1/2006).
"Freakin' Crazy You" berkisah tentang konflik antara orang tua dan anak. Anak-anak muda inilah yang menjadi pendengar setia Jade dan berkeluh kesah padanya. Kebanyakan mereka curhat tentang perbedaan pendapatnya dengan orang tua. Program acara yang diasuh Jade sebenarnya berjudul "Free The Power" (FDP), tapi akhirnya diganti oleh pendengarnya dengan "Fuck The Parent". Hal ini yang membuat Jade harus merelakan program acaranya dicekal oleh atasannya.
Mulai pekan lalu wanita yang mengaku jomblo itu sudah mulai berlatih untuk persiapan pentas yang akan digelar mulai 29 Maret-1 April mendatang. Tidak tanggung-tanggung, FCY akan digelar dalam enam sesi. Bukan sekedar persiapan akting, Marcella juga harus siap secara fisik.
"Agak capek juga, karena mulai Februari latihannya udah sering. Malah seminggu sebelum pertunjukkan rencananya tiap hari. Tapi saya seneng karena bisa belajar hal baru", tutur kelahiran 7 Maret 1980 itu. (fta)
Sumber: detikhot
























